CINTABORATORIUM
Oleh: Anggelina Purnama

BAYANGKAN, kamu lagi ngelakuin praktikum di laboratorium kampusmu. Terus, waktu asisten pembimbing lagi ngasih tahu instruksinya, kamu malah tidak konsen. Semaleman kamu tidak tidur karena harus ngerjain tugas termodinamika. Udah ngertilah sama sifatmu yang deadliner itu. Untung aja tidak pingsan, bangun juga karena alarm tetangga kamar kost sebelah, huh. What a messy day! Waduh, ngelus dada, narik napas panjang. Nah, makanya sekarang kamu malah setengah sadar tidak sadar ngikutin praktikum. Ini karena kayaknya praktikum super-duper lama, deh. Jadi, pre-test di-‘inisial’-kan jadi mid-test, padahal yah soalnya ga diambil dari teknisnya praktikum detik ini, sih.

Udah belajar? Belum, baru setengah jalan. Kamu tahulah yah kalo ngapal materi 4 halaman itu, mau dihayati, didalemin, dibawa tidur-bangun-tidur (banyakan tidurnya malah, hmm). Apalagi mengingat otakmu yang tidak sejenius Lavoisier atau Planck. Then, sekarang pas temenmu nyuruh kamu ngambil akuades, kamu malah ngambil larutan SO42- (sulfat). Suddenly, kamu sadar kalo yang kamu ambil itu salah. Temenmu jengkel-lah pasti. Terus, kamu jadi ngerasa tidak enak. Dan pas mau berusaha nyariin akuades, asistenmu ternyata lagi nguping pembicaraan kalian. Kamu-pun stuck dan cepet-cepet buat menghindari tatapan itu. Kamu balik badan 180°. Dan, praaaaaaaaaankkk!

Kamu menyenggol temenmu yang lagi ngambil BaCl2 (barium sulfat) 3M buat diencerin pake pipet ukur. Pipet ukur temenmu itu-pun langsung kelontar ke tempat penampungan limbah. Tempat penampungan limbah emang deket banget alias sebelahan dengan meja praktikum kelompokmu saat ini. Oh, shit! Kamu membentak dirimu sendiri dalam hati. Tanpa mau noleh ke mana-mana kamu fokus ke satu tujuan, yaitu ngambilin pecahan pipet ukur. Setengah janji juga bakal puasa seharian buat gantiin alat yang pecah itu. Pas kamu lagi buru-buru menuju TKP, karena kamu yang sifatnya panikan setengah mati, walhasil kamu terpeleset dan menabrak drum limbah. Drum limbah tumpah dan wajahmu terjerembab menciumnya. Entah se-sial apa kamu hari ini.

Campuran zat apa saja di sana, mulai dari akuades, larutan CH3COOH (asam asetat) baik pekat maupun encer, NaOH (natrium hidroksida), larutan logam-logam transisi, H2SO4 (asam sulfat), HCl (asam klorida) sampai HNO3 (asam nitrat) membuat kamu tak sadarkan diri. Dan, seketika sekitarmu menjadi begitu gelap serta kamu menghilang sejenak dari dunia ini. Bersambung…

NOTE: Cerita ini adalah akumulasi dari logam berat, eh. Maksudnya, akumulasi atopun penggabungan dari kimia, love-story, potongan2 cerita fun, happy, lucu, aneh, nge-gemesin, kecapekan, dan lain-lain *hahah. Maap yak kalo pas nulis cerita ini tuh rada formal, soalnya konteksnya ini mau aku buat agak formal. Jadi khusus buat cerita ‘Cintaboratorium’ ini kosakatanya bakal aku filter juga. Beda pokoknya sama diksi2 pas nulis lepas kek post-an-ku tentang Kimia UGM ato tulisan catatan ini. By the way, cerita ini bakalan bersambung, lho. Dan, ini adalah pengenalannya secara singkatnya. Cerita bisa berubah juga, bisa makin kompleks juga (kompleks anion? xD) atopun makin ‘waw’. Nantikan cerita lanjutannya yah, gengs.