Sajak Tentang Kematian
[The Verse of Death]
Oleh [By]: Anggelina Purnama

Waktu itu datang
[The time has come]
Ketika aku belum bersiap
[When I haven’t prepared]
Semua gejolak memenuhi kepalaku
[Everything flares up in my brain]
Dan aku panik
[And I’m panic]
Mana urutannya, mulai dari yang mana?
[Where is the sequence, where to start?]
Aku pernah berjanji untuk bilang ini,
[I’ve promised to say this]
tapi belum selesai
[but, haven’t done]
Aku pernah berjanji untuk bilang itu,
[I’ve promised to say that]
tapi lupa
[but forget]
Dan, waktu ini sebagai akhirnya datang…
[And, now the time finally comes…]

Ketika aku tak bisa bergerak dan mengucap
Kesalahanku apakah masih dibenci?
Kebaikanku apakah masih bisa teringat?
Semua tangisan beriringan seperti tangga nada
Menyempurnakan ketakutanku untuk pergi
Dengan sekuat tenaga aku menolak
Aku ingin menghentikan mereka dan mengatakan aku baik-baik saja
Besok aku akan kembali turun,
dan memakai pakaianku lalu bekerja
Namun, langit-langit mulutku kaku
Jantungku berdetak berdentum-dentum
Untuk pertama kalinya aku merasakan kehilangan
diriku sendiri

Aku menyaksikan kehilangan yang aku alami sendiri…
Semuanya seketika terlepas tanpa bisa kukendalikan
Aku kembalikan suara tangisan yang kencang itu
tanpa bisa menapak dengan benar
Dan menghilang untuk waktu yang abadi

Langit gelap dipenuhi bendungan kesedihan
Di manakah aku yang mencari akhir kehidupan
Di manakah aku bisa menyerahkan apa yang aku punyai sebelumnya
Ke manakah aku harus percaya?